Bukan hanya Bali dan Raja Ampat saja yang memiliki pantai dengan
hamparan pasir putih yang alami. Dengan warna air laut yang
berlapis-lapis. Di daerah Malang Selatan tepatnya di Desa
Sitiarjo-Sumber Manjing terdapat tiga pantai sekaligus. Pantai Clungup,
Pantai Gatra dan Pantai tiga warna.
Arah untuk sampai ke sana
sejalan dengan arah ke Pantai Goa China, namun dari arah Malang kota,
melewati Gadang hingga sampai ke daerah Sumber Manjing. Ada papan nama
yang menjelaskan letak beberapa pantai. Tanda kiri TPI, tanda lurus
Tamban dan tanda kanan Pantai Goa China. Setelah sampai tanda tersebut
beloklah ke arah kiri--TPI. Masuk beberapa meter , pelan-pelan saja,
selanjutnya ada petunjuk nama 'HUTAN MANGROVE' di sinilah tempatnya.
Menjorok ke daerah perkampungan kecil, (akses mobil berhenti pada
parkiran penginapan wisma), jika menggunakan sepeda motor dapat lanjut
hingga sebuah tanjakan 80 derajat sampailah pada rumah penduduk yang
menyediakan lahan parkir (dengan tarif Rp. 3000,-). Setelah sampai pada
tempat parkir Anda akan melewati jalan bersemen lurus dengan pemandangan
kayu mahoni yang menjulang tinggi, serta beberapa tumbuh-tumbuhan yang
berjajar rapi di sekitar kanan-kiri Anda. Kurang lebih 2 km pada pos
penjagaan.
YANG WAJIB DILAKUKAN.
Sebelum Anda terdampar di
pantai ini alangkah baiknya google terlebih dahulu, apa saja yang perlu
dilakukan.
1. Reservasi masuk ke pantai 3
warna (jika melalui online pastikan nama yang menerima telepon siapa?
Dan yakinkan Anda sampai di jam yang telah disepakati. Sebab kuota
pantai 3 warna hanya 100 pengunjung di dalamnya. (BISA ANDA BAYANGKAN
BERASA DI PULAU PRIBADI, PANTAI LUAS SEBEGITU LEBARNYA HANYA DIHUNI 100
PENGUNJUNG)
2. Ikuti tata tertib, apa sajakah tata tertibnya.
Tanggung jawab terhadap sampah yang Anda bawa, sebab petugas akan
mencatat sampah apa saja yang masuk dan dipastikan keluar juga, jika
Anda melanggar denda untuk 1 jenis sampah senilai Rp. 50.000,- (ini
tidak main2)
3. Membayar tiket masuk senilai 1 pohon bakau yaitu
Rp. 10.000,- (Lumayan kan? Berarti kita ikut berpartisipasi menanam 1
pohon.)
4. Barang yang tidak dipakai sebaiknya tidak usah dibawa,
cukup apa yang penting. Air mineral adalah barang wajib yang kudu
kalian bawa, sebab tidak ada penjual di dalam pantai. (Bener-bener
perawan deh)
5. Tidak ada tempat untuk bilas (kalaupun ada,
menunggu kemarau yang sebelumnya hujan, sebab tandon selalu keruh jika
timing tak tepat, jadi mandinya selepas keluar dari kawasan pantai)
6. Saya sarankan menggunakan sepatu sandal gunung atau sandal gunung, apalagi saat selesai hujan, jalan berliku dan licin.
7. Anda akan dipandu oleh tour gaet yang sudah dipesankan oleh petugas
di pos penjagaan. (Masuk dan keluarnya di pandu) Waktu di dalam pantai
hanya 2 jam/rombongan. Satu rombongan minimal 10 orang, dan maksimal 20
kurang lebihnya,
source : https://id-id.facebook.com/permalink.php?story_fbid=715449768581709&id=413993048727384
About
Rabu, 27 Januari 2016
Jumat, 22 Januari 2016
Menikmati keindahan tebing kedung tumpang
Hai untuk para reader blog ku yang kucintai *eakk*kali ini
saya akan membahas trip saya ke tebing kedung tumpang yang indah dan eksotis..
Kedung tumpang adalah sebuah pantai atau malah disebut
tebing karna kurang layak disebut pantai disebabkan karang karang besar nan
terjal di pinggirnya, kedung tumpang objek wisata yang indah dengan hamparan
laut luas dan hantaman ombak dahsyat yang mengenai batu karang nya.
Kedung tumpang secara administratif terletak di desa Pucang
laban kecamatan Pucang laban kabupaten Tulungagung, dari kota Kediri saya ke kota tulungagung lalu menuju
kearah Ngunut dan Tanya saja “kea rah bukit lok songo” . Saya sarankan kesini pakai motor saja karena
medannya masih ekstrem. Dan karena jalannya agak membingungkan bagi yang pertama
kali kesini. Saya saja harus Tanya beberapa orang di jalan hhe. Karena sinyal
agak sulit untuk mengaktifkan GPS handphone saya. Setelah sampai ke bukit lok
songo seingat saya ikuti jalan sampai ke pasar puser itu masih lurus saja ikuti
petunjuk ke pantai molang. Ada tips saat melewati hutan jati mulai dari bukit
lok songo hingga pantai kedung tumpang yakni membawa kayak potongan ranting
pohon yang ada daun daunnya katanya sih untuk mengusir ulat jati. Saya ikuti
saja tradisi itu memang agak geli liat ulat pohon jati nya buanyak banget dan
itu bergelantungan di tengah jalan. Helm saya jadi korban darah ulat yang saya
tidak sengaja bunuh karena geli banget suerr wkwk. Setelah sampai di pos jaga
dipungut biaya seikhlasnya, Nah setelah sampai di pertigaan tempat parkir dan
lurus kepantai molang kita ambil jalan belok kanan dan itu jalannya masih bener
bener makadam dan sangat adventure, dibanding
dengan perjalanan sebelumnya yang hanya ada rintangan ulat dan jalan
berlubang banyak, jalan makadam ini sangat ‘ngeri’. Jalannya sempit dan kalo
orang jawa bilang “bletok” tapi disini disuguhi pemandangan yang luar biasa
cantik dan mata saya sangat takjub melihat nya hhe. Dan setelah 30 menitan dari pertigaan tadi sampai juga di tempat
parkir kedung tumpang. Parkirnya masih kurang memadai karena sangat panas dan
tidak ada satupun tempat yang cocok berteduh. Parkirnya dipatok tariff 5000
rupiah/kendaraan. Nah dari sini masih ada lagi rintangan nya yakni turun ke
pantai/ tebingnya. Sungguh perjalanan yang menguras tenaga. Jalan turun ke
bukit nya masih belum ada tangga nya. Jadi masih jalan kayak track pendakian.
Turunnya pakai tali dan itu saya beberapa kali tergelincir hampir jatuh ke
jurang. Tapi Saya tetap berusaha demi jiwa petualang saya hehe. Setelah 20-25 menitan
turun akhirnya saya sampai juga di tebing surga ini :D subhanallah sungguh
indah ciptaan-Mu ini. Saya terkagum kagum dan tidak ada bosan bosanya mengagumi
ciptaan Allah satu ini. Saya berfoto beberapa kali lalu berjalan ke pintu
keluar dan itu memakan waktu hamper setengah jam. Pokoknya seruuuuuu banget kesini. Sungguh
pengalaman yang tidak akan pernah aku lupakan hehe. Saya yang hobi nya mantai
memang senneng bgt ke tempat yang kita bisa rasakan deburan air garam nya dan
harumnya samudera :) sekian dulu saya kasih rutenya kalau dari Kediri. Have a
nice and save TRIPPPP guys!!!! https://www.google.co.id/maps/dir/Kediri,+East+Java/Kedung+Tumpang,+Pucang+Laban,+East+Java/@-8.0616589,111.7496913,10z/am=t/data=!3m1!4b1!4m13!4m12!1m5!1m1!1s0x2e78570dfd6e0647:0x25037b968333d9b2!2m2!1d112.0178286!2d-7.8480156!1m5!1m1!1s0x2e78db9db17a2687:0xa72abce4c0dfe099!2m2!1d111.9973738!2d-8.2978618?hl=en
Thanks to : Google maps
Sumber : pengalaman pribadi
Rabu, 20 Januari 2016
Wisata Bahari ke Karimun Jawa yuk
Karimunjawa adalah kepulauan di Laut Jawa
yang termasuk dalam Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Dengan luas daratan ±1.500 hektare dan perairan ±110.000 hektare, Karimunjawa
kini dikembangkan menjadi pesona wisata Taman Laut yang mulai banyak digemari
wisatawan lokal maupun mancanegara.
Berdasarkan
legenda yang beredar di kepulauan, Pulau Karimunjawa
ditemukan oleh Sunan Muria. Legenda
itu berkisah tentang Sunan Muria yang prihatin atas kenakalan
putranya, Amir Hasan. Dengan maksud mendidik, Sunan Muria
kemudian memerintahkan putranya untuk pergi ke sebuah pulau yang nampak "kremun-kremun"
(kabur) dari puncak Gunung Muria agar si anak dapat memperdalam dan
mengembangkan ilmu agamanya. Karena tampak "kremun-kremun"
maka dinamakanlah pulau tersebut Pulau Karimun.
Karimunjawa terletak di Kabupaten Jepara
Provinsi Jawa Tengah. Kalau dari dulu banyak orang mengenal kota Jepara sebagai
gudang mebel dan ukir, sekarang Jepara juga dikenal punya tempat wisata laut
yaitu Pulau Karimunjawa. Memang kota Jepara punya andalan wisata laut seperti
Pantai Kartini dan Bandengan yang sudah lama dikenal. Namun Karimunjawa yang
merupakan wisata dalam suatu pulau, akhir-akhir ini juga tidak kalah popular
dengan kedua wisata itu. Lokasi Karimunjawa masih dalam ruang lingkup
kabupaten Jepara. Cuma letaknya agak berbeda pada pulau yang terletak di tengah
laut.
S: https://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Karimunjawa
S: https://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Karimunjawa
Langganan:
Komentar (Atom)








