About

Rabu, 27 Januari 2016

Pesona Malang Pantai 3 Warna Melambai

Bukan hanya Bali dan Raja Ampat saja yang memiliki pantai dengan hamparan pasir putih yang alami. Dengan warna air laut yang berlapis-lapis. Di daerah Malang Selatan tepatnya di Desa Sitiarjo-Sumber Manjing terdapat tiga pantai sekaligus. Pantai Clungup, Pantai Gatra dan Pantai tiga warna.
Arah untuk sampai ke sana sejalan dengan arah ke Pantai Goa China, namun dari arah Malang kota, melewati Gadang hingga sampai ke daerah Sumber Manjing. Ada papan nama yang menjelaskan letak beberapa pantai. Tanda kiri TPI, tanda lurus Tamban dan tanda kanan Pantai Goa China. Setelah sampai tanda tersebut beloklah ke arah kiri--TPI. Masuk beberapa meter , pelan-pelan saja, selanjutnya ada petunjuk nama 'HUTAN MANGROVE' di sinilah tempatnya. Menjorok ke daerah perkampungan kecil, (akses mobil berhenti pada parkiran penginapan wisma), jika menggunakan sepeda motor dapat lanjut hingga sebuah tanjakan 80 derajat sampailah pada rumah penduduk yang menyediakan lahan parkir (dengan tarif Rp. 3000,-). Setelah sampai pada tempat parkir Anda akan melewati jalan bersemen lurus dengan pemandangan kayu mahoni yang menjulang tinggi, serta beberapa tumbuh-tumbuhan yang berjajar rapi di sekitar kanan-kiri Anda. Kurang lebih 2 km pada pos penjagaan.
YANG WAJIB DILAKUKAN.
Sebelum Anda terdampar di pantai ini alangkah baiknya google terlebih dahulu, apa saja yang perlu dilakukan.
1. Reservasi masuk ke pantai 3 warna (jika melalui online pastikan nama yang menerima telepon siapa? Dan yakinkan Anda sampai di jam yang telah disepakati. Sebab kuota pantai 3 warna hanya 100 pengunjung di dalamnya. (BISA ANDA BAYANGKAN BERASA DI PULAU PRIBADI, PANTAI LUAS SEBEGITU LEBARNYA HANYA DIHUNI 100 PENGUNJUNG)
2. Ikuti tata tertib, apa sajakah tata tertibnya. Tanggung jawab terhadap sampah yang Anda bawa, sebab petugas akan mencatat sampah apa saja yang masuk dan dipastikan keluar juga, jika Anda melanggar denda untuk 1 jenis sampah senilai Rp. 50.000,- (ini tidak main2)
3. Membayar tiket masuk senilai 1 pohon bakau yaitu Rp. 10.000,- (Lumayan kan? Berarti kita ikut berpartisipasi menanam 1 pohon.)
4. Barang yang tidak dipakai sebaiknya tidak usah dibawa, cukup apa yang penting. Air mineral adalah barang wajib yang kudu kalian bawa, sebab tidak ada penjual di dalam pantai. (Bener-bener perawan deh)
5. Tidak ada tempat untuk bilas (kalaupun ada, menunggu kemarau yang sebelumnya hujan, sebab tandon selalu keruh jika timing tak tepat, jadi mandinya selepas keluar dari kawasan pantai)
6. Saya sarankan menggunakan sepatu sandal gunung atau sandal gunung, apalagi saat selesai hujan, jalan berliku dan licin.
7. Anda akan dipandu oleh tour gaet yang sudah dipesankan oleh petugas di pos penjagaan. (Masuk dan keluarnya di pandu) Waktu di dalam pantai hanya 2 jam/rombongan. Satu rombongan minimal 10 orang, dan maksimal 20 kurang lebihnya,

source : https://id-id.facebook.com/permalink.php?story_fbid=715449768581709&id=413993048727384


Jumat, 22 Januari 2016

Menikmati keindahan tebing kedung tumpang



Hai untuk para reader blog ku yang kucintai *eakk*kali ini saya akan membahas trip saya ke tebing kedung tumpang yang indah dan eksotis..
Kedung tumpang adalah sebuah pantai atau malah disebut tebing karna kurang layak disebut pantai disebabkan karang karang besar nan terjal di pinggirnya, kedung tumpang objek wisata yang indah dengan hamparan laut luas dan hantaman ombak dahsyat yang mengenai batu karang nya.
Kedung tumpang secara administratif terletak di desa Pucang laban kecamatan Pucang laban kabupaten Tulungagung, dari  kota Kediri saya ke kota tulungagung lalu menuju kearah Ngunut dan Tanya saja “kea rah bukit lok songo” .  Saya sarankan kesini pakai motor saja karena medannya masih ekstrem. Dan karena jalannya agak membingungkan bagi yang pertama kali kesini. Saya saja harus Tanya beberapa orang di jalan hhe. Karena sinyal agak sulit untuk mengaktifkan GPS handphone saya. Setelah sampai ke bukit lok songo seingat saya ikuti jalan sampai ke pasar puser itu masih lurus saja ikuti petunjuk ke pantai molang. Ada tips saat melewati hutan jati mulai dari bukit lok songo hingga pantai kedung tumpang yakni membawa kayak potongan ranting pohon yang ada daun daunnya katanya sih untuk mengusir ulat jati. Saya ikuti saja tradisi itu memang agak geli liat ulat pohon jati nya buanyak banget dan itu bergelantungan di tengah jalan. Helm saya jadi korban darah ulat yang saya tidak sengaja bunuh karena geli banget suerr wkwk. Setelah sampai di pos jaga dipungut biaya seikhlasnya, Nah setelah sampai di pertigaan tempat parkir dan lurus kepantai molang kita ambil jalan belok kanan dan itu jalannya masih bener bener makadam dan sangat adventure, dibanding  dengan perjalanan sebelumnya yang hanya ada rintangan ulat dan jalan berlubang banyak, jalan makadam ini sangat ‘ngeri’. Jalannya sempit dan kalo orang jawa bilang “bletok” tapi disini disuguhi pemandangan yang luar biasa cantik dan mata saya sangat takjub melihat nya hhe. Dan setelah 30 menitan  dari pertigaan tadi sampai juga di tempat parkir kedung tumpang. Parkirnya masih kurang memadai karena sangat panas dan tidak ada satupun tempat yang cocok berteduh. Parkirnya dipatok tariff 5000 rupiah/kendaraan. Nah dari sini masih ada lagi rintangan nya yakni turun ke pantai/ tebingnya. Sungguh perjalanan yang menguras tenaga. Jalan turun ke bukit nya masih belum ada tangga nya. Jadi masih jalan kayak track pendakian. Turunnya pakai tali dan itu saya beberapa kali tergelincir hampir jatuh ke jurang. Tapi Saya tetap berusaha demi jiwa petualang saya hehe. Setelah 20-25 menitan turun akhirnya saya sampai juga di tebing surga ini :D subhanallah sungguh indah ciptaan-Mu ini. Saya terkagum kagum dan tidak ada bosan bosanya mengagumi ciptaan Allah satu ini. Saya berfoto beberapa kali lalu berjalan ke pintu keluar dan itu memakan waktu hamper setengah jam.  Pokoknya seruuuuuu banget kesini. Sungguh pengalaman yang tidak akan pernah aku lupakan hehe. Saya yang hobi nya mantai memang senneng bgt ke tempat yang kita bisa rasakan deburan air garam nya dan harumnya samudera :) sekian dulu saya kasih rutenya kalau dari Kediri. Have a nice and save TRIPPPP guys!!!! https://www.google.co.id/maps/dir/Kediri,+East+Java/Kedung+Tumpang,+Pucang+Laban,+East+Java/@-8.0616589,111.7496913,10z/am=t/data=!3m1!4b1!4m13!4m12!1m5!1m1!1s0x2e78570dfd6e0647:0x25037b968333d9b2!2m2!1d112.0178286!2d-7.8480156!1m5!1m1!1s0x2e78db9db17a2687:0xa72abce4c0dfe099!2m2!1d111.9973738!2d-8.2978618?hl=en
Thanks to : Google maps
Sumber : pengalaman pribadi



Rabu, 20 Januari 2016

Wisata Bahari ke Karimun Jawa yuk



 Karimunjawa adalah kepulauan di Laut Jawa yang termasuk dalam Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dengan luas daratan ±1.500 hektare dan perairan ±110.000 hektare, Karimunjawa kini dikembangkan menjadi pesona wisata Taman Laut yang mulai banyak digemari wisatawan lokal maupun mancanegara.
Berdasarkan legenda yang beredar di kepulauan, Pulau Karimunjawa ditemukan oleh Sunan Muria. Legenda itu berkisah tentang Sunan Muria yang prihatin atas kenakalan putranya, Amir Hasan. Dengan maksud mendidik, Sunan Muria kemudian memerintahkan putranya untuk pergi ke sebuah pulau yang nampak "kremun-kremun" (kabur) dari puncak Gunung Muria agar si anak dapat memperdalam dan mengembangkan ilmu agamanya. Karena tampak "kremun-kremun" maka dinamakanlah pulau tersebut Pulau Karimun.
Karimunjawa terletak di Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah. Kalau dari dulu banyak orang mengenal kota Jepara sebagai gudang mebel dan ukir, sekarang Jepara juga dikenal punya tempat wisata laut yaitu Pulau Karimunjawa. Memang kota Jepara punya andalan wisata laut seperti Pantai Kartini dan Bandengan yang sudah lama dikenal. Namun Karimunjawa yang merupakan wisata dalam suatu pulau, akhir-akhir ini juga tidak kalah popular dengan kedua wisata itu. Lokasi Karimunjawa masih dalam ruang lingkup kabupaten Jepara. Cuma letaknya agak berbeda pada pulau yang terletak di tengah laut.

S: https://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Karimunjawa